Cari Blog Ini

Memuat...

Mengenai Saya

Foto Saya
Muara Teweh, Kalimantan Tengah, Indonesia
Hidup Untuk Belajar, Belajar Untuk Kehidupan

Jumat, 13 Januari 2012

Cerita Singkat Di Sabtu Siang

Kubuka mata di siang ini...
Dingin dan entah kenapa angin masih mau meniup dedaunan.
Ku picingkan mata, dan kulihat sekitarku.
Gusar dan galau hatiku sesaat.
Namun, hilang saat ku pusatkan perhatianku pada sesuatu.
Foto berbingkai manis dan selalu indah bagiku.
Dua sosok yang salah satunya adalah aku.
Sosok yang lain itu, selalu kurindu walau terkatakan.
Dia membawa sepenggal cintaku.
Namun, aku yakin dia merawatnya dengan air cintanya.
Tuhan, kuharap padamu selalu.
Jagalah dia saat aku tidak disampingnya.
Taburkan kasih sayang pada kehidupanya.
Dan aku selalu berharap pada takdirMU yang luar biasa.
Selalu is hatiku untuk MU dan untuk dia.
............................................................... always and forever.

Senin, 02 Januari 2012

Kamis, 22 September 2011

KERIKIL HIDUP

Setapak demi setapak, ratusan kerikil dan ilalang,
yang sempat menghalangi langkahku walau tak berarti,
bahkan berbongkah batu cadas yang nyaris menjatuhkanku,
namun aku tetap berusaha berjalan, tegar dan tersenyum.

Senyuman ini lepas namun hatiku lelah,
angin - angin kecil yang sesekali menggodaku,
kuambil dan kumasukan kedalam tas pengharapanku,
yang akhirnya penuh dan tidak mampu menampunya lagi.

Angin-angin itu pergi lagi dan takkan kembali,
tapi biarlah, mungkin suatu saat ada topan,
atau mungkin badai yang diam tak bergerak,
yang akan kujadikan cenderamata serta buah tangan.

Kerikil - kerikil kecil yang tertawa terbahak-bahak,
ilalang - ilalang yang selalu bersolek menertawakanku,
bahkan batu-batu yang kembali menjadi cadas,
dan aku akan tetap berjalan tanpa langkah mundur.

Sabtu, 03 September 2011

GARA GARA MENYEPELEKAN YOGYA - SURABAYA !!

Ini mungkin peringatan buat diriku juga masukan buat teman-teman yang mudik dan balik. Ini ceritaku yang "sukses kacau" gara-gara nggak peduli sama arus balik. Hari senin, 05 September 2011, semua warga negara Indonesia yang bekerja pasti harus on time masuk kerja. Aku merasa tenang, kupikir banyak aja kendaraan (bus, travel, kereta api, bahkan pesawat). yang siap kujadikan kendaraan ke Surabaya. Tenang, karena sudah memegang tiket Surabaya - Banjarmasin untuk hari Minggu pagi, tanggal 04 September 2011. Dan travel dari Banjarmasin ke Kota Barito Utara (tempat kerjaku) sudah kusetting. Jadi aku tenang sekali.

Liburanku di Kebumen, Jawa Tengah berjalan normal - normal saja. Sejal tanggal 20 Agustus dan seterusnya. Batinku mengatakan "gampang" soal kendaraan dari Kebumen ke Bandara Juanda Surabaya. Eh eh eh eh !!! Sangat diluar dugaan ternyata !!!

Sejak aku sadari dirumah, ternyata travel Ros In atau yang lainya dari Kebumen - Yogya - Surabaya telah ludes habis sampai tanggal 07 September !! Hemmmmmm. Aku putar otakku. Coba lewat Kebumen - Semarang - Surabaya, eh !! Ludes juga. Ku telpon reservation train dan nihil juga baik kereta executive atau bisnis apalagi ekonomi class. Huh !! Mulai dongkol.

Akhirnya pada hari aku harus berangkat ke Surabaya, aku hanya gigit jari saat melihat "Pool Bus" jurusan Surabaya di terminal Yogyakarta penuh sesak. Kalau dihitung pake jari, ribuan kali. Mana beberapa bis ekonomi dinyatakan tidak bisa ke Yogyakarta karena jalan macet. Dan yang masuk ke terminal hanya sebiji dua biji bus executive atau bisnis. Apalagi naik bis kelas bisnis, jelas nggak boleh berdiri alias harus duduk semua !! Akhirnya apa ?? Naik pesawat Yogya - Surabaya Rp. 800.000,-!!!! Mumet kan. Makaya, kalau mau liburan "PLANNING" bener-bener ya sob !!

Sabtu, 19 Februari 2011

KASIH SAYANG

Kasih manusia selalu berganti, kasih Tuhan tiada bertepi.
Kasih manusia tiada abadi, kasih Tuhan janjinya pasti.

Lirik yang indah dari lagu "Kasih Sayang" milik grup nasyid Raihan sedikit menggugah hati kita untuk berpikir sejenak. Kemana selama ini arah dan tujuan kasih sayang yang kita miliki ? Sesaat kita bisa berbangga saat orang yang kita cintai dan sayangi memberikan senyuman kepada kita saat kasih sayang yang kita berikan cukup atau bahkan lebih. Tapi kita tidak pernah menghitung, berapa kali kita menghiasi hidup ini dengan cinta dan kasih sayang kepada orang yang tidak kaya, orang yang bukan pejabat, orang yang bukan saudara kita, orang yang selalu tidak diperhatikan, orang duafa dan orang - orang yang tidak penting lainnya.

Haruskah kita selalu menyebar kasih sayang karena sesuatu hal, karena ingin dilihat orang lain, karena ingin memiliki sesuatu, karena ingin dikatakan baik dan alasan-alasan lainnya. Segelintir orang mau mengikhlaskan jiwanya untuk jalan kebaikan. Sedikit orang yang berlari tatkala ketahuan sedang memberi atau membantu, dan sedikit orang yang mau bersedekah tanpa harus berpose didepan kamera. Akankah kasih sayang yang tulus itu akan menjadi sedikit juga ?

Senin, 07 Februari 2011

FILOSOFI CINTA KASAT MATA Part I


Indahnya pikiran jika kosong dengan nafsu atau bahkan asmara. Namun, bagi saya cukup menyenangkan jika mampu mengurai filosofi cinta itu sendiri berdasarkan rasa gatal serta sakitnya ibu jari ketika terjepit di pintu.

Benar apa kata orang, kalau cinta itu buta. Kadang orang yang buta akan cinta sekalipun akan tetap teracuni oleh cinta itu sendiri. Cinta itu jika dibuat dalam hati akan terasa manis. Namun, jika tertahan di dalam pikiran, serta ditambah dengan pikiran negatif atau mungkin cemburu, maka akan menjadi virus pembunuh hati yang mematikan. Hati yang teduh akan menjadi terik. Hati yang hangat akan membeku seperti es yang membatu. Hati yang tenang akan berubah menjadi riak menjijikan.

Kita akan melihat orang yang kita cintai sebagai mahluk tersempurna dan paling menawan diantara mahluk yang lainnya. Bahkan kita akan berusaha merubah sakit kepala kita menjadi senyum yang cemerlang jika kita sedang berhadapan dengan orang yang kita cintai. Tangan atau kaki kita yang keseleo sekalipun akan terasa sembuh mendadak dengan keberadaanya. Wah, sekilo emas dan lima ton permata tidak akan dapat menggantikannya.

Mungkinkah ada cinta abadi? Sebuah pertanyaan yang memuakan bagi mereka yang memang rajin mendua atau selingkuh terhadap kesetiaan cinta. Bagi petualang cinta, keabadian adalah jika mampu mendapat korban diberbagai tempat dan berbagai waktu. Cinta menjadi makanan ringan yang renyah dan enak jika disandingkan dengan kopi manis penuh dengan rasa asmara. Cinta menjadi tongkat yang bermanfaat bagi langkah kaki ketika gelap gulita tiada cahaya. Cinta menjadi kasur empuk yang dipenuhi dengan bunga lavender yang wangi.

Namun, ketika petualang dan pengembara cinta mengganti wajah mereka menjadi wajah yang lain saat bertemu dengan yang dicintainya, maka makanan ringan tersebut diatas akan semu rasanya. Coklat seperti bukan coklat. Cinta menjadi kasur empuk namun penuh dengan onak dan kerikil, serta cinta akan menjadi tongkat hidup berkepala ular yang akan mematuk kaki kita, dan akhirnya bunga lavender akan berubah menjadi bunga kamboja busuk dan berulat. Maaf, saya harus ke toilet dulu untuk berpikir, siapa sih yang layak mencinta dan dicinta. Jadi ketemu lagi di Part – 2. Jzk.